Berita

Berita BLK Palangka Raya

Kunci Memenangkan Kompetisi SDM Adalah Karakter Yang Kuat

Malang Dinamika kehidupan manusia saat ini lebih mengarah kepada paradigma kompetisi (persaingan) terbuka, tak terkecuali persaingan dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM). Ada 3 kriteria yang menjadikan seseorang menjadi SDM yang unggul dalam kompetisi, yakni karakter yang kuat, kompetensi atau skill, dan inovasi. Dari ketiga poin tersebut, karakterlah yang akan menjadi panglima untuk menjadikan seseorang menjadi SDM yang unggul. Karakter tetap menjadi landasan utama bagi pengembangan karir seseorang,kata Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat menghadiri halalbihalal forum silaturahim Asparagus Juara di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Malang, Minggu (31/7/2016). Karakter kuat tersebut diantaranya berisi kejujuran, kedisiplinan, kesopanan, iman dan takwa, hingga etos kerja yang tinggi. Dengan karakter kuat itu lah, seseorang tidak mudah terombang-ambing dan goyah keteguhan hatinya dalam setiap keadaan yang menghigapinya. Dengan adanya karakter kuat, seseorang pastilah akan memiliki konsistensi dalam bidang pekerjaan yang dia geluti. Di hadapan para kyai, santri, dan masyarakat, Menaker memaparkan bahwa pesantren murapakan salah satu pendidikan yang meluluskan SDM dengan karakter kuat. Menaker berharapa agar pesantren saat ini dan di masa yang akan datang tetap mempertahankan prestasi tersebut. Di tengah persaingan yang seperti ini tentu kita memiliki tanggung jawab moral dan politik sebagai sebagai warga bangsa. Termasuk pesantren sebagai bagian dari NKRI ini untuk turut memastikan, agar masyarakat di lingkungan Nahdlatul Ulama, di lingkungan pesantren juga meiliki daya saing, paparnya. Namun ia pun tak menampik bahwa pesantren dewasa ini memerlukan adaptasi dengan perkembangan zaman yang ada. Saat ini karakter menjadi semakin vital perannya dalam segala konteks kemasyarakatan, termasuk dalam hal ketenagakerjaan. Oleh karnanya, alumni pesantren saat ini memiliki tantangan yang serius sehingga pesantren harus bisa peka terhadap perubahan zaman tanpa mengurangi nilai-nilai dasar dan spirit tradisi perjuangannya. Pesantren memiliki kelebihan dibandingkan lembaga pendidikan lainnya, yaitu karakter. Dimana pendidikan moral, pendidikan akhlak begitu dominan di pesantren. Tantangannya bagaimana agar karakter, kompetensi dan skill dari alumni-alumni pesantren ini bisa jadi jembatan bagi mereka untuk masuk ke pekerjaan-pekerjaan tertentu,ujar Menaker.

Sumber : http://www.binalattas.info/pep/00berita/x02beritaview-intala.php?id=174

 

Leave a Reply